Tuesday, December 4, 2018

Tentara OPM Bunuh Pekerja, Moeldoko: Pembangunan Papua Tetap Berjalan

INDOVIRAL365 - Pemerintah memastikan bahwa pembangunan Trans Papua akan terus berjalan, meski 31 pekerja (TNI sebut 19 orang) PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kabupaten Nduga tewas diduga kuat dibunuh oleh tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah sudah mengirimkan 150 personel tambahan TNI-Polri untuk memulihkan keamanan di Nduga, sehingga pembangunan bisa terus berjalan.

“Pertama tadi mengembalikan situasi, TNI-Polri harus profesional dan proposional,” ujarnya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

“Ketiga pembangunan tetap berjalan untuk itu perlu dikawal terhadap daerah-daerah yang ternyata tidak aman, maka perusahaan-perusahaan atau BUMN yang sedang bekerja harus perlu pengawalan TNI-Polri, agar pembangunan tetap berjalan baik,” tambah Moeldoko.

Menurutnya pekerja PT Istaka Karya sedang membangun jalan sekira 278 kilometer di Papua untuk membuka akses dari Wamena hingga ke Agats.

“Karena daerah di Nduga cukup tertinggal, daerah terbelakang terisolasi, dan daerah relatif tidak aman. Harapannya dengan pembukaan akses jalan ini semuanya bisa terkomunikasi dengan baik, barang-barang tidak mahal. Itu upaya pemerintah yang dijalankan,” sebut Moeldoko.


Dia meminta penggerak hak asasi manusia (HAM) melihat kondisi Papua secara jelas. Menurutnya 31 warga sipil yang dibunuh tersebut berniat menyejahterakan masyarakat Papua, tapi justru jadi korban.

“Ini hal yang sangat penting untuk kita atensi bersama. Kalau ada siapapun dari kelompok mana pun, baik di dalam negeri maupun luar negeri yang mendukung gerakan seperti ini, maka mereka bagian dari kelompok atau segelintir orang yang mendukung aksi-aksi kekerasan atau brutal,” ujarnya.

“Ini sebuah pesan yang saya kirim agar kita sungguh-sungguh melihat situasi ini dengan cara-cara jernih, bukan cara-cara miring,” tukas Moeldoko.

Dia kemudian melanjutkan “Ngomong saya agak tinggi karena saya memang mantan Panglima TNI yang mengelola keamanan, sehingga saya punya emosi seperti ini.”

0 komentar:

Post a Comment