Saturday, September 22, 2018

Kereta 'Masa Depan' Diuji Coba di Jerman


Indoviral365 - Kereta api bertenaga hidrogen buatan Jerman akan diuji coba dan mulai beroperasi dari stasiun Bremervoerde di Lower Saxony, Jerman.

Itu menjadi terobosan baru pada sektor teknologi transportasi. Dua mesin Coradia iLint nantinya akan menggantikan kereta diesel yang beroperasi pada jalur 100 kilometer yang menghubungkan Kota Cuxhaven dan Buxtehude. Berikutnya, Jerman akan mengoperasikan 14 kereta hidrogen lain di seluruh negara bagian pada 2021.

Mesin jenis baru berteknologi hidrogen itu diproduksi oleh perusahaan Prancis, Alstom. “Kereta hidrogen pertama di dunia menjalani layanan komersial dan siap untuk di produksi berseri,” kata CEO Alstom Henri Poupart-Lafarge dilansir Deutsche Welle .

Penegasan itu disampaikan Lafarge saat acara peresmian di Bremervörde, yang akan berfungsi sebagai pusat pengisian bahan bakar. Alstom mengatakan bahwa negara-negara lain juga memiliki keinginan membeli kereta mereka, termasuk Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia, dan Kanada.

Pemerintah Prancis sendiri akan mengenalkan kereta hidrogen pertama pada 2022 mendatang. Kereta api baru membawa tangki hidrogen dan sel bahan bakar di atas atap. Kereta itu menghasilkan listrik dengan menggabungkan hidrogen dan oksigen.

Kelebihan energi disimpan dalam baterai ionlitium. Mesin dapat menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer tanpa pengisian bahan bakar. Kereta itu mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 140 kilometer per jam dan menyamai kereta diesel. Namun, tidak seperti mesin yang lebih tua, kereta api hidrogen hanya menghasilkan uap dan air cair. Produsen mengklaim bahwa kereta api baru tidak bising dan biaya operasinya lebih murah.

“Tentu, membeli kereta hidrogen agak lebih mahal daripada kereta diesel, tetapi operasinya lebih murah,” kata Stefan Schrank, manajer proyek di Alstom. Negara bagian Niedersachsen akan membayar total 81,3 juta euro (Rp1,53 triliun) untuk proyek tersebut.

Ini sejalan dengan inisiatif jangka panjang Jerman untuk secara drastis mengurangi polusi dan meningkatkan penggunaan bahan bakar terbarukan hingga tahun 2050. Pengelola kereta hidrogen, Landesnahverkehrsgesellschaf Niedersachsen (LNVG) menyatakan akan membeli 14 kereta hidrogen senilai 18 juta euro hingga akhir 2021.

“Kami melakukan ini karena 120 kereta diesel sudah mencapai usianya, yakni 30 tahun. Kami akan mengganti mereka,” kata Direktur Operasional LNVG Carmen Schwabl. Pemerintah Jerman memang menunjukkan ketertarikan dan aktif mendukung kebijakan tersebut.

Langkah itu diambil dalam upaya mendukung inisiatif teknologi ramah lingkungan. Dana itu diambil dari Program Invasi Nasional untuk Hidrogen dan Teknologi Sel Bahan Bakar untuk merealisasi mimpi kereta hidrogen.

0 komentar:

Post a Comment