Monday, June 4, 2018

Polisi tangkap pembunuh Jumiyati yang tewas di bulak persawahan



 INDOVIRAL365.COM - 
Sesosok mayat perempuan mengenakan jaket berwarna merah ditemukan tertelungkup tewas di Bulak Sawah di daerah Cepoko, Bantul pada Rabu (30/5) yang lalu. Mayat tersebut mengalami luka-luka di bagian kepala dan wajah. Belakangan diketahui identitas mayat perempuan itu adalah Jumiyati (33) warga Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul.

Jajaran Reskrim Polres Bantul pun kemudian bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap Supriyono (48) warga Seyegan, Sleman. Supriyono ditangkap petugas di Terminal Giwangan pada Sabtu (2/6) kemarin.
Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan mengatakan pembunuhan berawal saat tersangka Supriyono yang berprofesi sebagai petugas kebersihan berkenalan dengan korban Jumiyati pada akhir Mei yang lalu. Kemudian keduanya intens berkomunikasi.
"Tanggal 25 (Mei), tanggal 26 ini janjian ketemu. Sebelum kejadian pembunuhan mereka ini jalan bersama tanggal 29 (Mei). Tanggal 29 mereka buka puasa bersama di seputar Bantul," ujar Sahat di Mapolres Bantul, Senin (4/6).
Sahat menceritakan saat pertemuan itu, tersangka sempat menitipkan sepeda motornya di RS PKU Muhammadiyah, Bantul. Kemudian keduanya berboncengan motor dengan menggunakan motor kepunyaan korban. Keduanya pun berjalan-jalan di seputaran Alun-alun Bantul.
"Kemudian jalan berdua ke alun-alun. Puter-puter di situ mungkin sudah terjadi cekcok. (Korban) diantar pulang (sekitar pukul 21.00 WIB), di Dusun Cepoko ini korban dipukul menggunakan kayu," terang Sahat.
Korban, kata Sahat tewas karena mengalami luka di bagian kepala dan wajah. Berdasarkan hasil otopsi dari RS Bhayangkara diketahui korban meninggal karena ada pendarahan di otak. Usai membunuh, tersangka kemudian membawa lari sepeda motor dan handphone milik korban.
Sahat menambahkan saat ini tersangka diancam dengan pasal berlapis. Yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuh berencana, kemudian pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan pemberatan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Ini masih kita dalami. Perencanaan itu masih dalami. Yang jelas ini pelaku membunuh korban," tutup Sahat. 

0 komentar:

Post a Comment