Friday, June 8, 2018

Panduan Mudik dan Arus Balik Lebaran 2018




INDOVIRAL365.COM - Masa mudik di libur hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran 2018 sudah di depan mata. Berbagai persiapan mulai dilakukan masyarakat Indonesia untuk pulang menuju kampung halamannya. Sebut saja persiapan kesehatan tubuh dan kondisi kendaraan yang akan digunakan.

Hal ini patut menjadi perhatian, sebab perjalanan mudik membutuhkan keadaan prima dengan durasi yang cukup lama. Tak terkecuali bagi para pemudik di Pulau Jawa. Informasi ketersediaan infrastruktur jalan tol beserta fasilitas pendukungnya menjadi penting diketahui.

Terkait hal-hal tersebut, INDOVIRAL365 coba memberikan panduannya agar perjalanan mudik dan arus balik Anda pada Lebaran tahun ini menjadi lancar. Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (9/6/2018).

Prediksi puncak mudik Lebaran kali ini terjadi pada Sabtu 9 Juni, karena diinformasi sejumlah sekolah dan sebagian kantor sudah mulai libur pada hari itu. Cuti bersama pun dimulai pada Senin 11 Juni sampai Rabu 20 Juni.

Perkiraan puncak arus balik pertama terjadi di akhir cuti bersama pada Rabu 20 Juni itu. Lalu 23–24 Juni menjadi puncak arus balik kedua.

Di jalur Pulau Jawa terdapat sejumlah titik rawan kemacetan, yakni (1) Serang Timur – Merak, (2) Jalan Tol Jakarta – Cikampek - SS Cikunir - Lokasi pekerjaan Japek Elevated (km 37-39A) - GT Cikarang Utama, (3) GT Palimanan, (4) GT Ciawi, (5) GT Sewaka (Tol Pejagan - Pemalang menuju jalur fungsional), (6) Ruas Fungsional Batang – Semarang Exit Gringsing dan entrance SS Weleri, (7) Ruas Tol Fungsional Batang – Semarang (Krapyak) toll-to-toll ke Jalan Tol Semarang ABC, (8) SS Bawen/ GT Salatiga (batas menuju jalur fungsional), (9) Akses masuk TI, TIP, Parking Bay (ruas Jakarta-Cikampek Palimanan-Kanci).

Diprediksi kenaikan lalu lintas di jalan tol pada Lebaran 2018 terhadap lalu lintas normal: rata-rata 87 persen (arus mudik) dan 90 persen (arus balik). Kenaikan tertinggi diprediksi di GT Palimanan 478 persen (arus mudik) dan 471 persen (arus balik). Perbatasan jalan tol operasi dan jalur fungsional perlu mendapat perhatian khusus terkait kapasitas gerbang dan pengaturan lalu lintasnya.

0 komentar:

Post a Comment