Thursday, June 21, 2018

Khawatir Bebani Masyarakat, Ketua DPR Minta Kenaikan Tarif Tol JORR Dikaji Ulang


Indoviral365.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah melakukan kajian mendalam terkait rencana kenaikan tarif tol di Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau lingkar luar Jakarta. Ia khawatir, kenaikan tarif dapat membebani masyarakat.

“Hal yang harus dikaji betul adalah kemampuan bayar masyarakat serta jarak tempuh di tol JORR,” ujar Bamsoet kepada wartawan, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Merujuk Pasal 48 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, kata Bamsoet, tarif tol dihitung berdasar kemampuan bayar pengguna jalan, besar keuntungan biaya operasi kendaraan dan kelayakan investasi. Untuk itu, ia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan penjelasan mengenai integrasi tarif tol tersebut.

Hal lain yang juga disoroti Bamsoet adalah, sektor pelayanan. Menurutnya, masih banyak perbaikan jalan dan fasilitas yang harus dilakukan di tol JORR. Khususnya, terbatasnya pintu tol yang sering menjadi penyebab kemacetan, serta melakukan inovasi terhadap pengguna jalan tol ERP (electronic road pricing), seperti tidak perlu melakukan transaksi di pintu tol.

Legislator Golkar itu juga meminta Komisi V ikut aktif untuk mengkaji ulang rencana integrasi tarif tol.

”Agar tidak menimbulkan efek lain, seperti kenaikan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat,” tuturnya.

Pemberlakuan integrasi tarif tol JORR rencananya akan dilakukan pada 20 Juni 2018. Di mana, efeknya pada penyeragaman tarif ruas tol JORR menjadi Rp15.000. Namun, BPJT menunda kebijakan tersebut setelah menuai polemik.

0 komentar:

Post a Comment