Friday, June 8, 2018

Guru Bahasa Inggris Pelaku Pencabulan Siswa SD di Depok Terancam 15 Tahun Penjara


INDOVIRAL365.COM -
Dari hasil pemeriksaan sementara penyidik unit Perlindungan dan Perempuan Anak (PPA) Polresta Depok, guru Bahasa Inggris berisial WAR (23) tersangka kasus pencabulan siswa di SDN 10 Tugu, Cimanggis, Depok sudah memenuhi unsur tindak pidana pencabulan. Sehingga pihak kepolian langsung menjerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Hasil penyidikan pasca kemarin tersangka WAR sudah ditangkap dan kami lakukan pemeriksaan dan setelah diperiksa kita tahan dengan persangkaan Pasal 82 UU perlindungan anak di atas 5 tahun," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sughiarto saat ditemui di Mapolresta Depok, Jalan Margonda, Jumat (8/6/2018).

Di dalam Pasal 82 undang-undang No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak menjelaskan sangat tegas kepada pelaku kejahatan seksual kepada anak di bawah umur, yang berbunyi: (1). Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda palling banyak Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah)

"Dugaan pencabulan oleh tersangka WAR ini sebagai guru di salah satu SD di Depok dari pengakuan WAR, pencabulan ini dilakukan sejak 2016 sampai saat ini ada 13 korban yang teridentifikasi menjadi korban cabul WR," jelasnya

Didik menuturkan tersangka melakukan aksinya di lingkungan dan di luar sekolah yaitu ruang kelas, perpustakaan dan kolam berenang. "Korban dicabuli oleh tersangka di ruang kelas, perpustakaan dan kolam berenang luar sekolah," ucap Didik.
Dari pengkuan korban, tersangka sudah melakukan aksinya sejak 2 tahun terakhir dan sebanyak belasan siswa sekolah itu menjadi pelampiasan nafsu birahi korban. Tersangka pun sempat mengancam korban dengan nilai jelek dan imbalan jalan-jalan.

"Bila tidak mengikuti maka ada penekanan nilainya jelek, selain guru bahasa inggris, yang bersangkutan juga pengelola perpustakaan. Sehingga sempat ada juga aksi (pencabulan) di perpustakaan," pungkasnya.

0 komentar:

Post a Comment