Thursday, May 31, 2018

Simpatisan PDIP Geruduk Kantor Radar Bogor: Megawati Ibu bagi Kami


INDOVIRAL365.COM - Simpatisan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) menggeruduk kantor Radar Bogor, karena kesal dengan tajuk utama yang dimuat dalam koran tersebut.
Tajuk Radar Bogor, Rabu (30/5/201) menempatkan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta”. Pemebritaan utama koran tersebut dilengkapi dengan foto Megawati dan beberapa anggota dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Politikus PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menilai sosok Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bagi para simpatisan sudah seperti ibu.

Bambang yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah bahkan menganggap kejadian tersebut akan lebih parah bila terjadi di Jawa Tengah. Pasalnya, Jawa Tengah diketahui merupakan salah satu daerah yang menjadi basis massa besar PDIP.

"Kalau pemberitaan kayak begitu Radar Bogor memberitakan kayak gitu di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah. Kenapa begitu? Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar ketum," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).
"Kami ada ikatan emosional dengan Ibu Ketua Umum, itu (Megawati) ibu kita. Itu ibu kami. Kalau ibu kami itu dihina dan dilecehkan, kira-kira apa yang terjadi pada kau?" kata Bambang.

Bambang menilai pemberitaan Radar Bogor tentang gaji Megawati yang mendapat Rp112.548.000 dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga sangat tidak berimbang.


Menurutnya, kritik boleh saja disampaikan, namun tetap harus ada ruang berimbang. Apalagi, pemberitaan ini, lanjut Bambang tanpa ada konfirmasi, ditambah judul yang sangat memojokkan Megawati.
"Wah parah. Goyang-goyang kaki dapat Rp 112 juta, memang Megawati Soekarnoputri terima duit? Tanya dulu dong! Sampai hari ini sepeser pun nggak terima. Kalau toh seperti itu pun itu diceritakan," jelas Bambang.
Sebagai seorang kader serta pengurus partai, Bambang juga merasa kesal dengan pemberitaan seperti ini. Padahal, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menjelaskan kebijakan gaji yang diputuskan Presiden bersama menteri juga tidak sebesar yang diberitakan selama ini.
"Gaji Rp 5 juta, ini kebijakan Presiden setelah dengan menteri. Kalau pemberitaan kayak gitu kan (Radar Bogor) menyusahkan kami. Megawati Soekarnoputri bukan sekadar ketum bagi kami, dia adalah ibu kami. Jangan sampai itu terjadi di Jawa Tengah, rata itu tanah, kantornya," ungkap Bambang.
Sementara itu, politikus PDIP laiinnya Arteria Dahlan mengungkapkan DPP PDIP sedang mencari fakta yang sebenarnya terjadi dari peristiwa tersebut.
"Kita belum tahu, yang kita lihat ini bagaimana fakta hukumnya, kemudian sampai kejadian itu terjadi, kan tidak mungkin kejadian itu tanpa sebab tanpa alasan gitu. Makanya kita coba menggali fakta terlebih dahulu sebelum melakukan penindakan," tukas Arteria.

0 komentar:

Post a Comment