Friday, May 11, 2018

Sidang Tuntutan Aman Abdurrahman Ditunda


INDOVIRAL365 - Sidang tuntutan kasus bom Thamrin dengan terdakwa Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman yang dianggendakan, Jumat (11/5/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, harus ditunda. Pasalnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku mengalami kendala teknis untuk menyusun isi tuntutan.


Tak hanya itu, dalam sidang tuntutan hari ini, Aman Abdurahman sebagai terdakwa juga tidak bisa dihadirkan. Sebab itu, Jaksa meminta kepada Majelis Hakim untuk memberikan waktu demi menyelesaikan isi tuntutan tersebut.


"Karena kendala teknis kami tidak bisa menghadirkan terdakwa dan kemudian kami belum siap melakukan penuntutan. Mohon waktu untuk bisa ditunda persidangan yang mulia," kata Jaksa Penuntut Umum Anita di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (11/5/2018).



Mendengar hal tersebut, Ketua Majelis Akhmad Jaini mengingatkan kepada tim JPU untuk segera menyelesaikan tuntutan ini. Mengingat, sambung Hakim, apabila diundur terus menerus akan terkendala dengan hal lainnya.

"Saudara penuntut umum, ini mungkin sudah sering kali diperhatikan penahanannya. Ini waktu berjalan, apalagi kendalanya nanti itu libur panjang itu. Kalau bisa minggu depan dituntut, minggu depannya lagi selesai," ucap Ketua Hakim Akhmad.

JPU Anita pun langsung menegaskan kepada Ketua Hakim bahwa, pihaknya siap membacakan tuntutan kepada Aman Abdurahman pada minggu depan atau 18 Mei 2018.
Dengan adanya kepastian tersebut, Ketua Hakim Akhmad pun menerima permohonan dari JPU. "Tanggal 18 ya, hari Jumat, acara tuntutan penuntut umum ya. Sidang ditutup," jelas Ketua Hakim Akhmad.

Dalam kasus ini, Aman Abdurrahman didakwa menggerakan orang lain dan merencanakan sejumlah teror di Indonesia termasuk Bom Thamrin 2016. Oman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital.

Aman juga pernah ditangkap di Tangerang pada 2010 karena terlibat pelatihan militer di Aceh. Sebelumnya, Ia ditangkap pada 2003 untuk kepemilikan bom Cimanggis dan dibebaskan pada 2008. Ia juga berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dirinya juga sempat menggunakan Masjid Al-Fataa Yakpi di Kawasan Menteng untuk dijadikan markas untuk tempat pengajian dan mendirikan Majelis Taklim Nusantara. Selanjutnya, mereka pindah ke Masjid Islamic Center Bekasi. Tapi karena diusir warga, mereka kemudian mencari tempat lain.

0 komentar:

Post a Comment