Monday, May 28, 2018

Pengusaha 'Terganggu' dengan Ormas yang Minta THR

INDOVIRAL365.COM - Menjelang Lebaran, sejumlah organisasi masyarakat disebut meminta uang dari pelaku usaha, yang mereka bungkus dalam istilah tunjangan hari raya (THR).Menyitir BBC, pengusaha mengaku terganggu menyediakan anggaran itu karena tengah berupaya membayar THR kepada pihak yang memang berhak menerimanya: karyawan.
"Hotel di Jakarta waktu Lebaran justru sepi. Kami tidak ada anggaran untuk ormas," kata Khrisnadi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Senin (28/5/2018).
Khrisnadi menyebut ormas tertentu secara reguler meminta uang kepada pelaku usaha menjelang Lebaran. Menurutnya, ormas menganggap pengusaha sebagai mesin tunai yang selalu dapat menyediakan bantuan finansial.
"Baru kali ini saja ada (pengusaha) yang teriak. Tapi kejadian ini kan bukan kali ini saja," ujarnya melalui sambungan telepon.
Sejak akhir pekan lalu beredar surat berkop ormas Forum Betawi Rempug (FBR) yang ditujukan kepada pengusaha di Kelapa Gading dan Kalideres, Jakarta.
Surat yang berisi permintaan agar pengusaha memberi THR lebaran bagi FBR tersebut dibenarkan ketua umum ormas itu, Luthfi Hakim.
"Ngetes kepedulian pengusaha di sekitar situ. Kalau dikasih alhamdulillah, kalau enggak dikasih, enggak apa-apa. Enggak ada paksaan kok," ucapnya seperti dilansir Detikcom.
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Ikhsan, menganggap pengusaha dan ormas sebenarnya memiliki hubungan saling menguntungkan.
Ikhsan mengklaim ormas kerap mengamankan kawasan di sekitar tempat usaha. Atas dasar simbiosis mutualisme itu, kata dia, pengusaha menyalurkan dana ke ormas tertentu.
"Posko Forkabi bisa untuk ronda, kan sekarang ruang publik sedikit. Jadi banyak yang kami lakukan," kata Ikhsan merujuk kepengurusan ormasnya di Jakarta yang mencapai tingkat rukun warga.
Tak hanya Forkabi, Ikhsan mengklaim ketertiban dan keamanan di Jakarta juga tak lepas dari ormas lainnya, antara lain Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI dan Polri (FKPPI).

0 komentar:

Post a Comment