Tuesday, May 8, 2018

Pelari Asing Dominasi Podium Ultra Rinjani 100


INDOVIRAL365 - Sejumlah pelari asing mendominasi podium pada kejuaraan Rinjani 100 yang diselenggarakan Taman Nasional Gunung Rinjani yang berlangsung sejak 3 hingga 6 Mei 2018. Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono kepada Okezone di Kupang, mengatakan kegiatan Rinjani 100 sudah menjadi aksi rutin bagi kawasan Gunung Rinjani untuk kepentingan mempromosikan kawasan Rinjani ke mata dunia, dengan aksi olahraga lari ultra tersebut.


"Banyak warga asing yang terlibat dalam kegiatan Rinjani 100 dan itu di setiap kali event digelar," katanya dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (8/5/2018).


Dia menyebut, dalam event Rinjani 100 pada 2018 ini, melibatkan 1.001 peserta yang terdiri dari 399 orang asing dan 602 pelari lokal. Semua peserta terdistribusi dalam sejumlah kategori yang dilombakan masing-masing, 27 km, 36 km, 60 km dan kategori berjarak 100 km.


"Untuk kategori 27 km dan 36 km memilih titik mulai di Pintu Sembalun dan untuk kategori 60 km dan 100 km dimulai dari Pintu Treking Senaru," katanya.


Meskipun titik awal berbeda sesuai kategorinya, namun rute Rinjani 100 ini tetap melintasi jalur dalam maupun luar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Sang juara sendiri didominasi para pelari asing dengan setiap kategorinya baik untuk pelari laki-laki maupun perempuan.


ntuk kategori 100 km putra, dimenangi Phairat Varasin yang berasal dari Thailand, dan di kelas putri ialah Wenfie Xie (China). Untuk kategori 60 km di kelas p utra, dijuarai oleh Singo Watanabe (Jepang) dan di

Sementara di kategori 36 km putera dimenangi Mikhailo Pavliuk yang berasal dari Ukraina dan di kelas putri oleh Blazevic Mateja dari Kroasia. Selanjutkan kategori 27 km putra dimenangi Thomas Merkett  (Australia) dan di kelas puteri dijuarai Graceline Delfarona (Indonesia).


"Ini (Delfarona) satu-satunya pelari Indonesia yang bisa menjuarai event tahunan bergengsi tingkat dunia di Kawasan Gunung Rinjani ini," katanya.


Mantan Kepala Balai Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menyebutkan, dari event tersebut, panitia memberi kontribusi tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sejumlah Rp62.860.000.


Dia menambahkan, dalam event Rinjani 100 itu ikut melibatkan Porter dari Senaru dan Sembalun, masyarakat lokal dan pemuda setempat, berbagai instansi terkait. Sebut saja TNGR, Kemenpar, BPBD, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, Basarnas, TNI dan Polri serta volunteer dari berbagai negara.


"Event Rinjani 100 dianggap banyak peserta internasional sebagai lomba lari 100 km terberat di dunia. Rinjani 100 juga sudah ditetapkan sebagai ajang resmi atau 'qualifying races' sebelum ikut terlibat dalam perhelatan akbar Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) di Perancis," kata Sudiyono.

0 komentar:

Post a Comment