Thursday, May 31, 2018

Kuasa Hukum Harap Masalah Canda Bawa Bom Frantinus Nigiri Diselesaikan Secara Kekeluargaan



INDOVIRAL365.COM -
Kuasa hukum berharap masalah Frantinus Nirigi yang bercanda membawa bom kepada pramugari pesawat Lion Air jurusan Pontianak-Jayapura di Bandara Supadio, Kalimanta Barat, bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sedih sebenarnya jika tahu kondisi Fran. Jadi saya harap ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan melihat sisi kemanusiaan," ujar Marcelina Lin, kuasa hukum Fran kepada wartawan usai menjenguk Fran di Polresta Pontianak, Kamis (31/5/2018) siang.
Langkah pendekatan dilakukan Marcelina dengan cara membujuk pihak Lion Air agar mencabut laporan perkara tersebut. Adapun Frantinus sudah ditetapkan tersangka oleh Polres Pontianak.
Marcelina berujar bahwa kata “bom” yang keluar dari Frantinus akibat perlakuan pramugari Lion Air yang dianggap kasar saat menangani tas yang dibawa kliennya.
“Karena kejadian ini kan akibat tingkah laku pramugari yang menyimpan tas Fran dengan kasar. Dalam tas itu ada tiga laptop,” ujarnya.
“Dia cuma bilang dengan perlahan seperti ini, ‘Hati-hati Bu, di tas ada tiga buah laptop’. Nah karena pramugari kasar, maka Fran bialng ‘Hati-hati Bu ada bom’. Tapi ini tidak berteriak,” tutur Mercelina.
Sementara terkait kepanikan terhadap penumpang yang sampai membuka pintu darurat, Marcelina menjelaskan itu tak terkait ucapan Frantinus soal bom. “Namun karena ada imbauan dari pramugari sampai tiga kali bahwa ada seseorang penumpang yang membawa bahan peledak. Itu yang membuat penumpang panik. Padahal tas Fran sudah diperiksa,” ujarnya.
Ia berharap agar perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan, karena Mercelina juga melihat banyak kasus serupa Fran yang tidak dilanjutkan. Bahkan pelakunya ada yang berstatus anggota DPRD. “Kenapa kemudian yang dilakukan Fran ini dinaikkan kasusnya?” tanya Marcelina.
“Tadi pihak Lion Air mengatakan akan menindaklanjuti pertemuan kami. Kami masih menungu,” katanya.
Theo Kristoporus, rekan pengacara Marcelina menambahkan, Fran menyadari kesalahannya ketika mengucap “ada bom”. Sehingga dengan berani dia langsung meminta maaf dan menundukkan kepalanya kepada pramugari.
Tak berlangsung lama, Fran dipanggil ke Garbarata pesawat untuk dimintai keterangan dan diperiksa. Hasil pemeriksaan oleh petugas bandara, di dalam tas Fran hanya berisi tiga laptop. Dua sudah rusak. Satu masih normal.
Tidak terdapat barang-barang mencurigakan. Fran kemudian disuruh kembali ke tempat duduknya. “Saat itu tidak ada kekacauan sama sekali. Semua tenang,” terang Theo.
Namun, selang beberapa menit, berdasarkan pengakuan Fran, ia mendengar pengumuman menggunakan pengeras suara. Isinya agar seluruh penumpang keluar pesawat melewati pintu utama.
Fran, kata Theo, menyatakan bahwa tidak ada kepanikan saat pengumuman pertama. Namun, pramugari kembali memberikan pengumuman kedua.
“Pengumuman itu begini ‘Penumpang dimohon keluar, karena ada bahan yang bisa meledak’. Nah, ini yang bikin penumpang panik dan bahkan ada yang buka jendela darurat,” ujar Theo.
Fran merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Meski dia tidak lagi menjadi tanggung jawa kampus, namun almamaternya terus memberikan dukungan.
“Selama menjadi mahasiswa, dia selalu bersikap baik. Tidak pernah bertingkah aneh. Walau dari sisi akademi dia tidak menonjol. Itu yang saya tahu. Bukan berarti ini membela dia, tapi memang itu kenyataannya selama dia jadi mahasiswa,” kata Dekan Fisip Untan, Drs. Sukamto, M. Si.
Maka dari itu, Sukamto meminta kepolisian harus bijak menangani kasus ini. Harus menyimpulkan dari dua sisi. Baik dari pramugari dan Fran serta saksi lainnya.
“Jangan hanya melihat dari satu sisi saja. Ini lebih kepada miskomunikasi. Terutama karena kita ini juga lagi dirundung kekhawatiran akibat bom beberapa waktu lalu. Jadi lebih bijaksana lah dalam melihat kasus ini,” ujarnya.
Terlepas dari itu semua, Sukamto tetap mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan bercanda. Harus lihat situasi dan kondisi. “Apalagi belum lama ini kita diteror bom, sehingga ngucap bom dikit aja udah bikin khawatir sekali," terangnya.

0 komentar:

Post a Comment