Thursday, May 10, 2018

Kericuhan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob Dipicu Rasa Lapar?


INDOVIRAL365
- Kerusuhan terjadi di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, antara narapidana kasus terorisme (napiter) dengan sejumlah anggota Polri. Pertikaian tidak terelakkan hingga merenggut sejumlah korban jiwa.


Mereka yang bergelimpangan nyawa, di antaranya lima orang anggota Polri, yang mayoritas berasal dari Densus 88 Antiteror, dan satu orang napiter. Mayoritas polisi yang tewas disebut luka pada bagian leher akibat sayatan atau sabetan senjata tajam.

Sementara itu, satu napiter yang tewas lantaran diterjang timah panas petugas. Ia diklaim hendak merebut senjata, hingga akhirnya terpaksa ditindak tegas.
Setidaknya, dua kali kata 'makanan' terlontar dari mulut polisi. Pertama, makanan dianggap menjadi biang keladi kerusuhan berdarah di Rutan Mako Brimob.


Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, mulanya seorang tahanan kasus terorisme bernama Wawan, menanyakan makanan yang dikirimkan keluarganya ke petugas rutan. Akan tetapi, makanan itu disebut dipegang petugas lainnya.
Merasa tidak terima, Wawan lalu disebut memprovokasi napi-napi lainnya untuk menggelorakan perlawanan. Singkat cerita, kerusuhan pun tidak terjadi. Itu kata 'makanan' yang pertama.

Yang kedua, kata 'makanan' kembali terlontar dari mulut polisi. Kali ini beda persoalannya. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, salah seorang anggotanya bernama Bripka Iwan Sarjana disandera para napiter.


Selama berjam-jam, Iwan, kata polisi, masih berada dalam 'dekapan' para napiter. Polisi pun mengutus jajarannya untuk melakukan negosiasi dengan para napiter dalam rangka membebaskan Iwan.
Singkat cerita, tepat pada Rabu 9 Mei 2018 pukul 00.00, Iwan berhasil dibebaskan dari sandera para napiter. Tim negosiator 'membarter' Iwan dengan sejumlah makanan yang dimintakan para napiter.
"Mereka minta makanan. Maka kita bujuk mereka untuk bebaskan dulu," kata Setyo di Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018). Akhirnya, para napiter setuju dengan kesepakatan itu dan membebaskan Iwan.

0 komentar:

Post a Comment