Friday, May 25, 2018

Aman Abdurahman soal Bom Gereja Libatkan Anak: Pelakunya Sakit Jiwa, Tak Paham Islam


INDOVIRAL365 - Terdakwa Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman, tidak setuju dengan cara pelaku serangan teror di Surabaya yang menggunakan bom bunuh diri serta melibatkan anak-anak.

Hal itu disampaikannya saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan kasus bom Thamrin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

Aman menegaskan bahwa para pelaku yang melakukan serangan teror bom bunuh diri dengan membawa anak-anak adalah tindakan keji yang berbalut dengan dalih jihad.

"Meledakkan diri di parkiran gereja itu tindakan tidak mungkin muncul dari orang yang memahami ajaran Islam dan menganut tuntunan jihad, dan tidak mungkin muncul dari orang yang sehat akalnya," tuturnya.


"Alhamdulillah anak perempuannya masih hidup," ucap Aman yang duduk di kursi pesakitan.

Para pelaku serangan bom yang terjadi di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, merupakan satu keluarga yang membawa anaknya yang masih di bawah umur saat melakukan aksi teror.

Namun, seorang anak perempuan yang dilibatkan dalam serangan Mapolrestabes Surabaya, selamat saat bom yang dibawa orangtuanya dengan sepeda motor meledak.

"Dua kejadian di Surabaya itu saya katakan orang yang lakukan, merestui atau mengajarkan atau menamakan jihad adalah orang yang sakit jiwanya dan frustasi dari kehidupan. Islam lepas dari tindakan semacam itu," tutur Aman.

0 komentar:

Post a Comment